Sabtu, 01 Maret 2014

#Aku 1

 Aku sedang  berada di dimensi lain. Mengingat - ngingat masa lalu, tentang Rima Kecil.
Setelah banyak diberikan waktu bereksperimen tentang kehidupan kudapati aku seorang introvert yang melankolis. Perpaduan dua tipe ini membuatku lama sekali merasakan perang dingin dibatin sendiri tipe melankolis dalam buku personality plus yang kubaca 2008 silam. Tahun 2008 aku banyak melahap buku - buku kepribadian hanya untuk menemukan diriku, apa yang kumau. Masalah orang melankolis adalah mudah tertekan,  suka berwajah muram, suka cari kesulitan, negatif, punya citra diri rendah, punya banyak rencana dan punya standar yang tinggi.

***
Selepas lulus SMA 2006. Aku memilih Makassar menjadi tempatku merajut mimpi bukan kehandak siapa - siapa itu lahir dari hatiku yang paling dalam. Waktu Bah sekolah (short Course ) statistik di Makassar yang dulu disebut Ujung pandang, Bahku terpukau dengan seorang anak perempuan yang konon namaya Rima. Bah sering melihatnya melayani tamu dengan ramah padahal  dialah pemilik restoran itu, mengendarai sepeda kemana - mana padahal mobilnya berjejer, anak perempuan itu sungguh sangat sederhana disaat usianya yang masih muda dan sangat wajar jika sombong. Bah sering bercerita hingga tersimpan rapi dialam bawah sadarku.  Nama yang kini jadi namaku, mungkin karena itu juga saat  bah tanya mau kuliah dimana?, Makassar keluar saja dari mulutku. keluar begitu saja tanpa kupersiapkan. 

September, 2006 aku di Makassar 
Mama mengantarku,, anak gadis  pertamanya yang cengeng, tertutup dan kaku. Sebenarnya mama tak tega melepaskan aku begitu jauh untuk pertama kali ditambah dengan kepribadianku yang sangat menghawatirkan mama. Aku mudah terpengaruh katanya. tapi mama cukup berbesar hati demi anak gadis pertamanya  tumbuh dan berhasil. Satu bulan mama menemaniku, memastikan semua keperluanku dan tempat tinggalku. Saat hari itu tiba. Hari perpisahan dengan mama. aku lupa aku menangis atau tidak tapi yang jelas aku melihat mama tidak mau melihatku saat berpamitan dan turun dari kapal meninggalkan mama. Yang aku lihat dengan jelas adalah mama menutup mulutnya dengan tangan sementara airmatanya mengalir deras. Deras sekali.  

Babak baru dimulai batinku. Tinggal sendiri adalah kebebasan tingkat tinggi. 

Jangan tanya aku tentang cita - cita. aku tidak tau sebenarnya keinginanku. yang kutau selesai SMA yah, Kuliah dan membahagiakan orang tua.Saran dari guruku waktu di SMA dulu  ambil saja Planologi entah mengapa aku mengisi formulir Guru bahasa inggris dan hari - hari baruku mulai dan terasa berat untuk dijalani. Bertemu orang - orang baru, perbedaan dialeg sangat menyusahkanku beradapasi. Aku merasa sendiri ditengah banyak orang, aku sulit sekali meyakinkan diriku bahwa aku baik - baik saja dan orang lainpun baik dan bersahabat. Aku sendiri dikamar menangis sejadi - jadinya dan hujan adalah lambang kemalanganku. aku merasa paling malang didunia ini. sungguh perasaan yang  sulit aku gambarkan.  Aku tidak berhasil meyakinkan diriku.

Mungkin melihat anaknya yang tertutup ini, Bah adalah orang yang selalu menyemangatiku mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dari Pramuka, organisasi sekolah, organisasi remaja. bahkan Bah sampai mengantarku mengikuti semua kegiatan itu setelah ikut aku akan dievaluasi. '' kenapa berteman hanya sama perempuan, kalau main itu jangan pilih - pilih. kata Bah''. Pernah sehabis ikut pengkaderan remaja islam. Aku merasa dapat suasana baru sejak pulang dari training itu aku mengurung diri di kamar dua hari dan menangis hanya karena perpisahan melihat hal itu bah bertanya dan aku menjelaskan sambil sesegugkan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar