Sabtu, 18 April 2015

SD IT AS SALAM FAKFAK Belajar Renang di Air Besar


Sabtu, 18 April 2015. 

Dari  HR Bukhari dan Muslim. Rosullullah bersabda Ajarilah anak - anakmu berkuda, berenang dan memanah. 

 Hari ini anak – anak kelas 2 dan 3 akan belajar berenang. Langit tidak cerah, langit mendung rinau hujan menemani perjalanan kami  menuju kampung Air Besar. Namun, anak – anak  tetap antusias walaupun menenteng bekal pada ransel masing- masing yang terlihat membebani mereka.
 
Sesampai di sana, setelah di Absen untuk memastikan jumlah, mereka diarahkan menuju tribun. Kelas 3 di bimbing oleh ustadz Tio dan Ustadz Dawir dan kelas 2 di bimbing oleh Ustadz Ahmad dan Ustadz Moh. Sedangkan para ustadzahnya memantau. oh iya, ada orang tua yang juga ikut, jadilah hari itu tidak hanya belajar berenang tetapi refresing dan silaturahmi.

 Seru deh,, :) kapan - kapan kita belajar memanah dan berkuda lagi yah, ustadz dan ustadzah…







Kamis, 16 April 2015

Hello 27


Hello 27
9 Maret 2015.Barakallahu Fii Umurik. Tidak ada doa paling indah selain meminta keberkahan hidup.

Disatu kesempatan anak – anak teman bermain disekitar rumah bertanya tentang cita – citaku. jawaban yang tidak bisa dideskripsikan dengan satu kata singkat, tapi yang jelas dimanapun peran kita dan jadi apapun harus jadi pribadi baru setiap hari. Hari ini saya di perpus. Saya sedang mencoba merecoveri sebuah pemahaman baru tentang ‘’ KONTRIBUSI’’.  Terserah mau jadi ikan besar di kolam kecil atau menjadi ikan kecil di kolam besar.

Jadi Guru


Sekarang ceritanya saya jadi guru bahasa inggris di sebuah sekolah dasar Islam terpadu  (SD IT ASSALAM FAKFAK). Sejak hari pertama dan setelahnya saya selalu rindu bertemu dengan mereka.  Anak – anak yang dikondisikan setiap pagi sebelum memulai pelajaran dengan sholat duha dan membaca zikir pagi, anak – anak yang menganggap guru yang mereka panggil ustadz dan ustadzah  adalah orang tua dan sahabat mereka selama berada disekolah yang dimulai dari  pukul 7.20 sampai 16.00 WIT. 

Setiap sabtu agendanya selalu berobah. Ada hari pustakawan, hari itu anak – anak hanya membaca beramai – ramai dengan bukunya masing – masing tentunya. Ada hari market day. hari itu kelas yang bertugas berjualan akan membawa dagangannya masing – masing, maka sepanjang koridor depan kelas kita bisa menemukan aneka macam jajanan. Hari lingkungan Sehat, hari senam bersama. dan setiap sebulan sekali ada perkemahan sabtu minggu disekolah. 

Jadi Guru selalu bicara tentang bagaimana mengikat hubungan emosional  dengan anak – anak didik. Jadi Guru selalu bicara tentang bagaimana kita menjadi orang tua yang bisa diteladani.
Jadi Guru selalu bicara tentang bagaimana anak – anak kita tumbuh dengan nilai bukan materi.

Semakin banyak  hal - hal positif yang ditanamkan dalam diri anak sejak kecil. semakin besar peluang mereka tumbuh menjadi anak - anak yang percayadiri.

Fakfak yang Paradox


Fakfak yang paradox. Dingin tapi panas, ramai tapi sepi, aman tapi sebenarnya tidak.
saya belum mengambil data – data secara statistik. Saya mendengar dari begitu banyak cerita yang tidak mengenakkan.
Berapa banyak  video porno di hape – hape pelajar fakfak ?
Berapa banyak perselingkuhan yang terjadi ?
Berapa banyak anak – anak frustasi akibat brokenHome?

Oh my Godness

Kriminal di Fakfak bagai bongkahan es. Terlihat kecil diatas namun berurat akar.

Al Fatih Kaffah Nusantara.


#ALFATIH KAFFAH NUSANTARA Jambore Dakwah Internasional

Saya sudah di Fakfak 7 Desember 2014. Selamat datang kembali Rima. ;)

Setiba di fakfak saya berkesempaan mengikuti  jambore dakwah internasional  di pulau Ugar.Satu pulau kecil  yeng terletak di kecamatan Kokas yang diadakan oleh AFKN  ( Alfatih kaffah Nusantara ) sebuah yayasan sosial dakwah yang memulai aksinya dari daerah pedalaman Irian. Yayasan ini didirikan oleh Ustadz Fadlan Garamatan. Kalau bicara tentang aksinya beliau lebih senang menyebutkan Nuu War / Irian ketimbang Papua.

Kegiatan ini berkonsep kemah.  Ada 10 tenda dibangun.  Tiap tenda terdiri dari 15 sampai 20 orang. Yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa se Papua Barat.

Ada dua point  materi yang mengambil  perhatian  lebih saya selama berada di sana. 1. Membangun dari  Kampung. Tema ini di bawakan oleh mantan Bupati Fakfak  Bapak Wahidin Puarada. Dan ke 2. Remaja dan Islam.  (Untuk pembahasan materinya ada capter lain).

AFKN memilih Ugar sebagai  tempat kemah dakwah  karena Pulau ugar ini adalah kampung Muslim yang belum tersentuh apa  apa. Baik itu pemahaman nilai – nilai Islam maupun  wawasan umum. Sehingga selama disana AFKN berfokus pada listrik masuk kampung, renovasi Mesjid, pembuatan MCK.

Selama dua minggu berada disana. Pulau mati ini seperti hidup. Ada suara lantunan alquran,  orang – orang berseliweran, ada orang bermain volley di lapangan. Warga sekitar yang tidak seberapa itu paling tidak bisa merasakan suasana baru, paling tidak Allah Akan memberikan sepercik hidayah dihati – hati mereka, paling tidak anak – anak kecil disana punya tontonan baru yang islami. Paling tidak warga sekitar punya  semangat berislam dan membangun dari kampung. InshaaAllah.