2012
Satu hal yang harus aku syukuri adalah sejak awal mengginjakkan kaki di Makassar ini adalah aku telah menghapus kaum adam dihatiku. Walaupun aku kagum dengan seseorang. hanya sebatas kagum tidak lebih. dan hilang begitu saja perasaan itu. Aku sampai memohon pada Allah agar aku bisa menyukai seseorang. paling tidak menguji kenormalanku. haha.
Konsentrasi dengan kuliah dan terntaya lebih menghabiskan waktu mengenal diriku. Sampai di Titik ini aktifitasku sudah mengalami perkembangan yang sangat signifikan. hehe...aku bisa mengukur siapa aku,
aku bisa memulai pembicaaran dengan siapa saja, orang - orang yang baru aku kenal.
aku aktif di Organisasi kampus. Aku tidak takut lagi melihat kerumunan laki -laki yang banyak. Malah saat aku menjabat sekertaris BEM aku harus memimpin rapat dan bahkan hanya satu - satunya cewek dengan begitu banyak laki - laki. Dulu buatku laki - laki adalah salah satu mahlukyang paling menakutkan apalagi kalau rambutnya gondrong. eh,,, sekarang aku malah punya banyak teman gondrong.
Tapi begitulah aku hanya bisa bicara jika situasinya resmi dan serius. Tapi untuk suasana santai aku memilih diam.
Aku Introvert melankolis, cenderung otak kanan, tipe kepemimpinanku menejerial administratif, aku penikmat seni tulis dan menyukai anak - anak hampir disetiap tempatku bermukim aku selalu dipertemukan dengan teman - teman kecilku. Untuk masalah kesukaan pada warna, makanan aku tidak terlalu memikirkannya. untuk saat ini berat badanku 45 kg dengan tinggi badan 156 m.
Minggu, 02 Maret 2014
# Aku 6
2011
Tahun ini sebenarnya aku sudah harus mengabari orang tua dengan kabar yang sudah lama mereka nantikan tentang baju toga, tentang sarjana SI dan akan pulang berkumpul lagi dengan mereka. Tetapi apa yang kukabari membuat mamaku menangis seminggu. Aku baru memberitahukan Orangtua setelah di semester dua perkuliahanku. kata Abah mama sudah menangis seminggu membaca surat yang aku kirimi. Aku memang terbiasa berbicara melalui kertas, maka surat dua halaman itu adalah kabar yang paling mengguncangkan mamaku. Sumpah, aku tapi tidak pernah bermaksud mengecewakan orang -orang yang aku sayangi. Abah membujukkku selesaikan kuliah pertamamaku. aku tidak bisa balasku sambil terisak. Bah bilang kasian mama mengurung diri dikamar terus.
Tahun ini adalah tahun yang paling membuatku murung. Pantas saja, aku memang sudah berhasil membuat keputusan ekstrim tapi hatiku tak pernah tenang karena aku belum pernah meminta restu orang tua.
Abah tidak bertanya panjang lebar di telefon karena aku sudah menjelaskan panjang lebar di surat yang aku kirim melalui kapal, yang aku bungkus dengan map cokelat, aku kirimi juga sebuah buku harapan dan doa orang tua agar mau mendoakan anak yang pembangkang ini.
Beberapa hari dan berkali- kali bah selalu menelfon dan aku tak mau mengangkatnya. aku pikir sudah jelas tidak ada yang harus dijelaskan lagi tentang keputusanku itu. Ah... orangtua sekecewa - kecewannya pada anaknya tapi cinta mereka lebih besar dari kecewa dan amarah.
Tahun ini aku mungkin berhasil menaklukkan diriku yang idealis tapi tidak realistis ini, belajar dengan suasana menyenangkan walaupun tidak menyenangkan aku menikmatinya, aku menikmati setiap detik, setiap moment, setiap bertemu dengan orang baru yang lebih bahagianya lagi aku sudah di ridhoi oleh mama dan bah untuk kuliah lagi.
Tahun ini nikmat mana lagi yang aku dustakan. ???
Tahun ini sebenarnya aku sudah harus mengabari orang tua dengan kabar yang sudah lama mereka nantikan tentang baju toga, tentang sarjana SI dan akan pulang berkumpul lagi dengan mereka. Tetapi apa yang kukabari membuat mamaku menangis seminggu. Aku baru memberitahukan Orangtua setelah di semester dua perkuliahanku. kata Abah mama sudah menangis seminggu membaca surat yang aku kirimi. Aku memang terbiasa berbicara melalui kertas, maka surat dua halaman itu adalah kabar yang paling mengguncangkan mamaku. Sumpah, aku tapi tidak pernah bermaksud mengecewakan orang -orang yang aku sayangi. Abah membujukkku selesaikan kuliah pertamamaku. aku tidak bisa balasku sambil terisak. Bah bilang kasian mama mengurung diri dikamar terus.
Tahun ini adalah tahun yang paling membuatku murung. Pantas saja, aku memang sudah berhasil membuat keputusan ekstrim tapi hatiku tak pernah tenang karena aku belum pernah meminta restu orang tua.
Abah tidak bertanya panjang lebar di telefon karena aku sudah menjelaskan panjang lebar di surat yang aku kirim melalui kapal, yang aku bungkus dengan map cokelat, aku kirimi juga sebuah buku harapan dan doa orang tua agar mau mendoakan anak yang pembangkang ini.
Beberapa hari dan berkali- kali bah selalu menelfon dan aku tak mau mengangkatnya. aku pikir sudah jelas tidak ada yang harus dijelaskan lagi tentang keputusanku itu. Ah... orangtua sekecewa - kecewannya pada anaknya tapi cinta mereka lebih besar dari kecewa dan amarah.
Tahun ini aku mungkin berhasil menaklukkan diriku yang idealis tapi tidak realistis ini, belajar dengan suasana menyenangkan walaupun tidak menyenangkan aku menikmatinya, aku menikmati setiap detik, setiap moment, setiap bertemu dengan orang baru yang lebih bahagianya lagi aku sudah di ridhoi oleh mama dan bah untuk kuliah lagi.
Tahun ini nikmat mana lagi yang aku dustakan. ???
#Aku 5
2010
Aku mendaftar kuliah lagi. Jadi mahasiswa baru lagi berteman dengan mereka yang usianya terpaut empat tahun lebih muda dariku. Mengikuti proses bina akrab dan mencoba mengakrabkan diri. Aku pilih Jurusan Hubungan Internasional sebenarnya aku mau ambil jurusan komunikasi tapi entah kenapa aku malah mengisi kolom Hub. Internasional. Ketua prodi HI namanya pak Dede bertanya. kenapa masuk HI? mau jadi Reporter pak, jawabku sekenanya. Di kepalaku saat itu tidak sedang mengorientasikan apa - apa selain mendapatkan ilmu yang terinstitusi agar aku bisa pulang dengan gelar sarjana S1.*huftzzz), kenapa tidak masuk komunikasi saja, mau jadi reporter perang? canda Pak Dede. Aku tersenyum saja.
Aku mulai mengakrabkan diri tahun pertama ditempat yang membuatku tergaket - kaget melihat waria, mungkin aku biasa tapi waria dikampus membuatku tidak biasa, melihat teman - teman yang suka sesama jenis, oh no,,, aku masih di dalam negeri bukan di luar negeri. I said to my Self '' ini rima kehidupan sebenarnya... kamu tidak bisa menilai kamu baik jika hanya berteman dengan orang - orang baik, kamu tidak bisa menilai kamu ikhlas dan sholehah jika hanya berteman dengan orang - orang yang sholehah saja. kadang kamu membutuhkan mereka untuk menilai dirimu sendiri. jangan sampai selama ini kamu merasa paling sholeh, baik, ilkhas padahal sebenarnya kosong, kamu hanya terbawa lingkungan dan suasana.
Aku bertemu dengan orang yang bicaranya sangat blak - blakkan tapi sebenarnya dia tidak seperti yang aku maksudkan. Pernah aku diajak teman kelasku main kerumah tantenya. sampai disana kami makan. sedang asyik makan temanku bertanya ''enak toh..? aku mengangguk sambil bilang iya... langsung temanku timpali ... iyalah... gratis...aku keselek dan makan malu - malu. (tersimpan di hati).
Aku mulai banyak mengamati, banyak meresapi, banyak memaklumi, banyak menerima. Merobah semua mindset ku menjadi '' apapun yang terjadi itulah yang terbaik''intinya setelah berusaha. Merobah pandanganku menjadi selalu positif. Sikap positif ini membuatku tidak kritis. aku selalu belajar untuk bisa menerima orang lain dulu sekalipun aku tertutup aku tidak mudah menerima masukan orang lain aku hanya mau bekerja seperti apa yang kumau.
Aku hanya punya dua jawaban iya dan tidak. selebihnya aku diam. aku tidak bisa berpanjang lebar bicara dengan orang yang baru aku kenal.
proses perkenalan dengan diriku ini meminta waktu yang panjang. Tapi tidak mengapa. Aku baik - baik saja. sesi Down yang teramat itu sudah aku lalui. setelahnya aku harus lebih baik lagi.
Yah... tahun ini aku bertemu dengan orang - orang baru dengan berbagai macam karakter. Saat aku mengikrarkan bahwa aku harus jadi pribadi baru maka Allah mengujiku dengan hadirnya berbagai macam karakter dan aku harus bisa menghadapinya.
Tahun ini aku belajar bahwa tidak semua yang terjadi seperti yang apa aku mau . aku boleh idealis tapi harus realistis . Kalaupun tidak seperti yang aku maka, disanalah aku belajar. :)
Jika ada yang marah di depanku atau bicara dengan nada tinggi, atau menghina dan mengejekku. aku tidak apa - apa. aku sudah terbiasa. Terimakasih Masalah.Terimakah Ya Allah.
Aku mulai mengakrabkan diri tahun pertama ditempat yang membuatku tergaket - kaget melihat waria, mungkin aku biasa tapi waria dikampus membuatku tidak biasa, melihat teman - teman yang suka sesama jenis, oh no,,, aku masih di dalam negeri bukan di luar negeri. I said to my Self '' ini rima kehidupan sebenarnya... kamu tidak bisa menilai kamu baik jika hanya berteman dengan orang - orang baik, kamu tidak bisa menilai kamu ikhlas dan sholehah jika hanya berteman dengan orang - orang yang sholehah saja. kadang kamu membutuhkan mereka untuk menilai dirimu sendiri. jangan sampai selama ini kamu merasa paling sholeh, baik, ilkhas padahal sebenarnya kosong, kamu hanya terbawa lingkungan dan suasana.
Aku bertemu dengan orang yang bicaranya sangat blak - blakkan tapi sebenarnya dia tidak seperti yang aku maksudkan. Pernah aku diajak teman kelasku main kerumah tantenya. sampai disana kami makan. sedang asyik makan temanku bertanya ''enak toh..? aku mengangguk sambil bilang iya... langsung temanku timpali ... iyalah... gratis...aku keselek dan makan malu - malu. (tersimpan di hati).
Aku mulai banyak mengamati, banyak meresapi, banyak memaklumi, banyak menerima. Merobah semua mindset ku menjadi '' apapun yang terjadi itulah yang terbaik''intinya setelah berusaha. Merobah pandanganku menjadi selalu positif. Sikap positif ini membuatku tidak kritis. aku selalu belajar untuk bisa menerima orang lain dulu sekalipun aku tertutup aku tidak mudah menerima masukan orang lain aku hanya mau bekerja seperti apa yang kumau.
Aku hanya punya dua jawaban iya dan tidak. selebihnya aku diam. aku tidak bisa berpanjang lebar bicara dengan orang yang baru aku kenal.
proses perkenalan dengan diriku ini meminta waktu yang panjang. Tapi tidak mengapa. Aku baik - baik saja. sesi Down yang teramat itu sudah aku lalui. setelahnya aku harus lebih baik lagi.
Yah... tahun ini aku bertemu dengan orang - orang baru dengan berbagai macam karakter. Saat aku mengikrarkan bahwa aku harus jadi pribadi baru maka Allah mengujiku dengan hadirnya berbagai macam karakter dan aku harus bisa menghadapinya.
Tahun ini aku belajar bahwa tidak semua yang terjadi seperti yang apa aku mau . aku boleh idealis tapi harus realistis . Kalaupun tidak seperti yang aku maka, disanalah aku belajar. :)
Jika ada yang marah di depanku atau bicara dengan nada tinggi, atau menghina dan mengejekku. aku tidak apa - apa. aku sudah terbiasa. Terimakasih Masalah.Terimakah Ya Allah.
Sabtu, 01 Maret 2014
#Aku 4
2009
Aku sibuk. Sibuk sekali pergi pagi pulang malam. tapi bukan pergi kuliah tapi mengikuti training ini dan itu. Aku sangat bersemangat suatu ketika aku di amanahkan memberi ''mengisi materi'' pada teman teman yang seumuran denganku bahkan seniorku. Buatku itu adalah kebanggaan tersendiri. Tapi di satu titik. Aku berada ditingkat terendahnya. Aku Sibuk bukan mengurus kuliahku. kembali bertanya pada diri, terbayang wajah mama, bah. aku sudah banyak tertinggal ingin kembali ke kampus lagi aku merasa kacau hidupku. aku ingin menatanya dari awal.
Aku menjauh sementara dari organisasiku, Aku menjauh sementara dari tarbiyahku. Tapi Aku sadar yang menguatkanku selama ini Kalau bukan karena teman - teman organisasiku dan Tarbiyah mungkin aku sudah gila menghadapi tekanan batin ini. Berkontemplasi dengan diri sendiri. iyah. dari dulu aku tidak pernah berbagi cerita tentang perasaaku. Aku hanya menyimpannya sendiri dalam diari maniskku.
Hingga keputusannku 100% adalah kuliah lagi. pokoknya kuliah lagi. aku tidak tau dari mana akan menghasilkan uang dan membayar kuliahku. Aku tidak mau beri tau mama dan bah. Anis, Sukma mereka mencari solusi untukku untuk mendapatkan uang pendaftaran kuliah. Motor Sukma di gadai dan aku mendapat uang Rp 5.000.000. ya Allah aku malu betapa semua orang di dunia ini begitu baik. siapa aku mereka mau menolongku meminjamkan uang sebesar itu. Persepsiku tentang semua orang baik ini membuatku takut menyusahkan mereka namun ternyata aku malah menyusahkan mereka.
Niat kuliah dan pulang membawa gelar sarjana adalah impian mama dan bah. Tapi aku, aku tidak kuliah bagaimana membawa pulang ijazah. bukan karena organisasi merampas waktuku, bukan juga karena organisasi yang lebih penting dari kuliahku. Justru disinilah aku mengumpulkan semua kekuatan untuk bisa bangkit, untuk bisa mengatakan '' I am Here''
dan mulai saat ini aku bangkit. aku memang membuat orang lain kecewa. terlebih mama dan bahku. Tapi sungguh bukan itu mauku. Malam itu dengan airmata yang terkuras Aku bangkit. aku Berani, Aku Siap.
Aku sibuk. Sibuk sekali pergi pagi pulang malam. tapi bukan pergi kuliah tapi mengikuti training ini dan itu. Aku sangat bersemangat suatu ketika aku di amanahkan memberi ''mengisi materi'' pada teman teman yang seumuran denganku bahkan seniorku. Buatku itu adalah kebanggaan tersendiri. Tapi di satu titik. Aku berada ditingkat terendahnya. Aku Sibuk bukan mengurus kuliahku. kembali bertanya pada diri, terbayang wajah mama, bah. aku sudah banyak tertinggal ingin kembali ke kampus lagi aku merasa kacau hidupku. aku ingin menatanya dari awal.
Aku menjauh sementara dari organisasiku, Aku menjauh sementara dari tarbiyahku. Tapi Aku sadar yang menguatkanku selama ini Kalau bukan karena teman - teman organisasiku dan Tarbiyah mungkin aku sudah gila menghadapi tekanan batin ini. Berkontemplasi dengan diri sendiri. iyah. dari dulu aku tidak pernah berbagi cerita tentang perasaaku. Aku hanya menyimpannya sendiri dalam diari maniskku.
Hingga keputusannku 100% adalah kuliah lagi. pokoknya kuliah lagi. aku tidak tau dari mana akan menghasilkan uang dan membayar kuliahku. Aku tidak mau beri tau mama dan bah. Anis, Sukma mereka mencari solusi untukku untuk mendapatkan uang pendaftaran kuliah. Motor Sukma di gadai dan aku mendapat uang Rp 5.000.000. ya Allah aku malu betapa semua orang di dunia ini begitu baik. siapa aku mereka mau menolongku meminjamkan uang sebesar itu. Persepsiku tentang semua orang baik ini membuatku takut menyusahkan mereka namun ternyata aku malah menyusahkan mereka.
Niat kuliah dan pulang membawa gelar sarjana adalah impian mama dan bah. Tapi aku, aku tidak kuliah bagaimana membawa pulang ijazah. bukan karena organisasi merampas waktuku, bukan juga karena organisasi yang lebih penting dari kuliahku. Justru disinilah aku mengumpulkan semua kekuatan untuk bisa bangkit, untuk bisa mengatakan '' I am Here''
dan mulai saat ini aku bangkit. aku memang membuat orang lain kecewa. terlebih mama dan bahku. Tapi sungguh bukan itu mauku. Malam itu dengan airmata yang terkuras Aku bangkit. aku Berani, Aku Siap.
#Aku 3
Mei 2008
Setiap hari ingin rasanya mengawali hari dengan hati ikhlas dan bahagia. Ingin rasanya hati lebih tenang. Akhir - akhir ini aku banyak menghabiskan waktuku membaca buku - buku kepribadian. Tentang siapa diriku aku pun diajar di Tarbiyahku tentang hakikat penciptaan manusia yang harus Tunduk kepada sang Pencipta. Seharusnya jika aku sudah belajar agama dan tau ada Allah. aku tidak perlu takut tentang masa depanku. Aku aktif di organisasiku, Organisasi yang mengajarkanku tentang Dunia ini tentang Hubungan Dengan manusia dan hubungan dengan Tuhannya. Organisasi yang sudah membentukku menjadi seorang perempuan yang menutup auratnya. Jilbab adalah kewajiban. aku sedikit banyak menemukan siapa aku disani Di tarbiyah. sampai - sampai aku ikuti dua kajian sekaligus saking hausku dengan ilmu agama. Ilmu Agama itu menenangkan membuat hati selalu Ridho bukan karena pasrah tanpa tindakan tapi menerima setelah melakukan tindakan. penerimaan adalah bentuk kesyukuran kita.
Kuliah Dikelas tidak lagi menyenangkan buatku. aku tidak suka suasananya. bukan karena aku lari dari kenyataan hidup untuk saat ini aku lebih tenang belajar di Sini di Dua tempat kajianku dengan Filosofi gerakan yang berbeda. jika aku buat representasinya tempat kajian yang satu aku seakan dibentuk menjadi Aisyah wanita cerdas, pemberani dan Tampil didepan umum. maksudnya Aisyah buatku adalah perempuan yang tidak hanya dirumah mengurus suami tapi juga mengurusi masalah politik negara.
dan tempat kajian yang satu aku seakan dibentuk menjadi Fatimah. Fatimah adalah Representasi wanita cerdas, pemberani dan bergelut dibidang Sosial. Dua organisasi inilah yang berperan besar membentuk Pribadiku. tidak ada yang salah dan menyimpang diantara keduanya dan aku tidak boleh serakah menjadi pengurus dan berada di dua organisasi sekaligus. bukan tidak boleh hanya saja akan menguras tenagaku yang tak seberapa ini.
butuh waktu lama juga aku harus menentukan pilihan. sholat Istikhoroh yang panjang dan akhirnya Aku menemukan jawabannya. Aku memilih tarbiyah di Kammi representasi Aisyah yang mengantarkanku hingga sekarang.
huff.... tahun 2008 buatku adalah perang ideologi... mungkin terlalu lebay jika aku katakan demikian. Tapi begitulah yang aku rasa. Bahwa hari - hariku yang bergelut dengan ketakutan dan minder sedikit bisa aku atasi. iyah,sedikit. Dan tarbiyah adalah belajar Islam secara berkesinambungan dan menjadi barometerku dalam setiap pengambilan keputusan.
Setiap hari ingin rasanya mengawali hari dengan hati ikhlas dan bahagia. Ingin rasanya hati lebih tenang. Akhir - akhir ini aku banyak menghabiskan waktuku membaca buku - buku kepribadian. Tentang siapa diriku aku pun diajar di Tarbiyahku tentang hakikat penciptaan manusia yang harus Tunduk kepada sang Pencipta. Seharusnya jika aku sudah belajar agama dan tau ada Allah. aku tidak perlu takut tentang masa depanku. Aku aktif di organisasiku, Organisasi yang mengajarkanku tentang Dunia ini tentang Hubungan Dengan manusia dan hubungan dengan Tuhannya. Organisasi yang sudah membentukku menjadi seorang perempuan yang menutup auratnya. Jilbab adalah kewajiban. aku sedikit banyak menemukan siapa aku disani Di tarbiyah. sampai - sampai aku ikuti dua kajian sekaligus saking hausku dengan ilmu agama. Ilmu Agama itu menenangkan membuat hati selalu Ridho bukan karena pasrah tanpa tindakan tapi menerima setelah melakukan tindakan. penerimaan adalah bentuk kesyukuran kita.
Kuliah Dikelas tidak lagi menyenangkan buatku. aku tidak suka suasananya. bukan karena aku lari dari kenyataan hidup untuk saat ini aku lebih tenang belajar di Sini di Dua tempat kajianku dengan Filosofi gerakan yang berbeda. jika aku buat representasinya tempat kajian yang satu aku seakan dibentuk menjadi Aisyah wanita cerdas, pemberani dan Tampil didepan umum. maksudnya Aisyah buatku adalah perempuan yang tidak hanya dirumah mengurus suami tapi juga mengurusi masalah politik negara.
dan tempat kajian yang satu aku seakan dibentuk menjadi Fatimah. Fatimah adalah Representasi wanita cerdas, pemberani dan bergelut dibidang Sosial. Dua organisasi inilah yang berperan besar membentuk Pribadiku. tidak ada yang salah dan menyimpang diantara keduanya dan aku tidak boleh serakah menjadi pengurus dan berada di dua organisasi sekaligus. bukan tidak boleh hanya saja akan menguras tenagaku yang tak seberapa ini.
butuh waktu lama juga aku harus menentukan pilihan. sholat Istikhoroh yang panjang dan akhirnya Aku menemukan jawabannya. Aku memilih tarbiyah di Kammi representasi Aisyah yang mengantarkanku hingga sekarang.
huff.... tahun 2008 buatku adalah perang ideologi... mungkin terlalu lebay jika aku katakan demikian. Tapi begitulah yang aku rasa. Bahwa hari - hariku yang bergelut dengan ketakutan dan minder sedikit bisa aku atasi. iyah,sedikit. Dan tarbiyah adalah belajar Islam secara berkesinambungan dan menjadi barometerku dalam setiap pengambilan keputusan.
#Aku 2
Agustus 2007
Ternyata setahun sudah aku menjalani hari - hari sepiku yang ramai. tahun ini adikku juga akan kuliah di sini di Makassar. Aku senang sekali. Sebenarnya sahabatku azul juga kuliah disini tapi karena tempat kuliah kami berbeda kami hanya bertemu di akhir pekan. Kedatangan Dede akan sedikit mengurangi rasa sendiriku dan lagi - lagi kebersamaan kami tidak lama. Dede di terima di Kampus IPB bogor dan dia mengambil peluang itu. kami harus mempersiapkan berkas - berkasnya. Paginya aku menemani Dede ke bandara. Adikku ini termasuk orang yang pemberani. untuk pertama kali berangkat ke Jakarta menuju Bogor . Alone. Bahkan dia belum punya gambaran bagaimana bertindak. Nawaitu saja katanya. dan subhanallah selalu ada pertolongan Allah. Sedihnya itu, waktu dibandara Dede pikir setelah masuk menyimpan barang dia bisa keluar lagi eh, ternyata tidak bisa. Aku masih menunggu dede di luar diruang antar. karena kami belum salaman. Dede sms. ''kaka sekarang jam berapa ? De tidak bisa keluar lagi. .''.beta sayang kaka'' Saat baca sms itu aku seperti mau menangis tapi tidak bisa ada perasaan lain yang hadir dan aku tidak mengerti, mau menghubungi balik ternyata pulsaku tak cukup padahal Dede bertanya jam berapa...aku putuskan pulang saja berjalan keluar sambil menunduk kujaga hatiku.
sampai dikosan... '' sudah sampai di mana Dede ? kak Rini dan Kak tuti bertanya. aku yang sedang mencuci tangan. di kasih pertanyaan itu ya allah, Aku tidak bisa menahan air mataku berderai bagai hujan. Akhirnya kedua Kaka itu hanya saling bertanya - tanya. Aku masuk kamar Airmataku berderai sejadi - jadinya. bukan karena aku tak rela Dede pergi tapi perpisahan tadi kami belum sempat bersalaman dan berpelukan kami berpisah begitu saja tanpa pesan. Setiap ada yang bertanya tentang Dede Airmataku selalu saja Agresif keluar.
Siang saat bah Telfon. Aku tidak bisa bicara. Aku menangis saja. mama bilang jangan menangis nak, nanti kalau liburan pulang saja. Aku masih terus menangis sampai mataku bengkak.
*Oh.... aku takut dengan perasaaan posesifku ini. Aku meyakinkan diriku agar semua yang bersama denganku tidak selamanya bersama. Kalau ada pertemuan aku percaya aku bisa menjaga hatiku kuat untuk perpisahan. Aku Tidak Boleh menangis seperti ini lagi.
#Aku 1
Aku sedang berada di dimensi lain. Mengingat - ngingat masa lalu, tentang Rima Kecil.
Setelah banyak diberikan waktu bereksperimen tentang kehidupan kudapati aku seorang introvert yang melankolis. Perpaduan dua tipe ini membuatku lama sekali merasakan perang dingin dibatin sendiri tipe melankolis dalam buku personality plus yang kubaca 2008 silam. Tahun 2008 aku banyak melahap buku - buku kepribadian hanya untuk menemukan diriku, apa yang kumau. Masalah orang melankolis adalah mudah tertekan, suka berwajah muram, suka cari kesulitan, negatif, punya citra diri rendah, punya banyak rencana dan punya standar yang tinggi.
***
Selepas lulus SMA 2006. Aku memilih Makassar menjadi tempatku merajut mimpi bukan kehandak siapa - siapa itu lahir dari hatiku yang paling dalam. Waktu Bah sekolah (short Course ) statistik di Makassar yang dulu disebut Ujung pandang, Bahku terpukau dengan seorang anak perempuan yang konon namaya Rima. Bah sering melihatnya melayani tamu dengan ramah padahal dialah pemilik restoran itu, mengendarai sepeda kemana - mana padahal mobilnya berjejer, anak perempuan itu sungguh sangat sederhana disaat usianya yang masih muda dan sangat wajar jika sombong. Bah sering bercerita hingga tersimpan rapi dialam bawah sadarku. Nama yang kini jadi namaku, mungkin karena itu juga saat bah tanya mau kuliah dimana?, Makassar keluar saja dari mulutku. keluar begitu saja tanpa kupersiapkan.
September, 2006 aku di Makassar
Mama mengantarku,, anak gadis pertamanya yang cengeng, tertutup dan kaku. Sebenarnya mama tak tega melepaskan aku begitu jauh untuk pertama kali ditambah dengan kepribadianku yang sangat menghawatirkan mama. Aku mudah terpengaruh katanya. tapi mama cukup berbesar hati demi anak gadis pertamanya tumbuh dan berhasil. Satu bulan mama menemaniku, memastikan semua keperluanku dan tempat tinggalku. Saat hari itu tiba. Hari perpisahan dengan mama. aku lupa aku menangis atau tidak tapi yang jelas aku melihat mama tidak mau melihatku saat berpamitan dan turun dari kapal meninggalkan mama. Yang aku lihat dengan jelas adalah mama menutup mulutnya dengan tangan sementara airmatanya mengalir deras. Deras sekali.
Babak baru dimulai batinku. Tinggal sendiri adalah kebebasan tingkat tinggi.
Jangan tanya aku tentang cita - cita. aku tidak tau sebenarnya keinginanku. yang kutau selesai SMA yah, Kuliah dan membahagiakan orang tua.Saran dari guruku waktu di SMA dulu ambil saja Planologi entah mengapa aku mengisi formulir Guru bahasa inggris dan hari - hari baruku mulai dan terasa berat untuk dijalani. Bertemu orang - orang baru, perbedaan dialeg sangat menyusahkanku beradapasi. Aku merasa sendiri ditengah banyak orang, aku sulit sekali meyakinkan diriku bahwa aku baik - baik saja dan orang lainpun baik dan bersahabat. Aku sendiri dikamar menangis sejadi - jadinya dan hujan adalah lambang kemalanganku. aku merasa paling malang didunia ini. sungguh perasaan yang sulit aku gambarkan. Aku tidak berhasil meyakinkan diriku.
Mungkin melihat anaknya yang tertutup ini, Bah adalah orang yang selalu menyemangatiku mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dari Pramuka, organisasi sekolah, organisasi remaja. bahkan Bah sampai mengantarku mengikuti semua kegiatan itu setelah ikut aku akan dievaluasi. '' kenapa berteman hanya sama perempuan, kalau main itu jangan pilih - pilih. kata Bah''. Pernah sehabis ikut pengkaderan remaja islam. Aku merasa dapat suasana baru sejak pulang dari training itu aku mengurung diri di kamar dua hari dan menangis hanya karena perpisahan melihat hal itu bah bertanya dan aku menjelaskan sambil sesegugkan.
Mungkin melihat anaknya yang tertutup ini, Bah adalah orang yang selalu menyemangatiku mengikuti kegiatan ekstrakulikuler dari Pramuka, organisasi sekolah, organisasi remaja. bahkan Bah sampai mengantarku mengikuti semua kegiatan itu setelah ikut aku akan dievaluasi. '' kenapa berteman hanya sama perempuan, kalau main itu jangan pilih - pilih. kata Bah''. Pernah sehabis ikut pengkaderan remaja islam. Aku merasa dapat suasana baru sejak pulang dari training itu aku mengurung diri di kamar dua hari dan menangis hanya karena perpisahan melihat hal itu bah bertanya dan aku menjelaskan sambil sesegugkan.
Langganan:
Postingan (Atom)