Senin, 21 Juli 2014

Cerita itikaf Kak Candra.


Ini cerita tentang "‪#‎akucemburu‬"..
Mesjid raya makasar tak pernah sepi di 10 malam terahir ramadhan. Jamaah berbondong-bondong memenuhi mesjid.. bahkan di malam ganjil jamaah akan berdesak2an meluber hingga teras. Jamaah dr segala usia dan berbagai cerita..
Cerita tentang sang imam yg tak pernah absen memimpin sholat malam 15 tahun terahir. Aku "#akucemburu" pada bacaan alqurannya. Tartil. Pelan. Seolah bercerita.. "aku jatuh cinta padanya" imam yg tak pernah kutahu namanya usianya dan wujudnya padahal hampir 5 tahun terahir aku menghabiskan 10 malam terahir ramadhan di mesjid ini..
Pernah juga kutemui sepasang suamu istri.masih muda.. Kutebak pengantin baru.. yg "mojok" di balik pilar. Dengan senyum malu-malu saling bertukar cerita..ah.. "#akucemburu"
Banyak kutemui beberapa kelompok keluarga dengan ayah anak menantu bahkan cucu mereka, layaknya berpiknik.. Lengkap dengan rantang makanan. Berburu keutamaan ramadhan #akucemburu
Pada mereka. anak-anak berusia 3-8 tahun yang tertidur lelap disamping orang tuanya setelah lelah bermain.
Yang menarik.. pernah kutemui seorang ibu gaul (kuidentifikasi dari konde dan alis tipisnya) yg memanfaatkan moment itikaf untuk mentaarufkan anak gadisnya ( cantik dan ternyata masih muda 21 tahun) dengan pria pilihanya.. kutanya "kenapa bu?" Beliau menjawab dengan mantap "biar berkah. Saya tdk suka lihat anak saya pacaran, lebih cepat menikah lebih baik. Kuintip dibalik tembok dengan tatap #akucemburu anak gadisnya yg tertunduk malu dan pria (yg ternyata tampan juga) yg sesekali curi pandang dan sang ibu yg tak pernah berhenti berbicara mencairkan suasana #akucemburu
Di lain sisi kudapati ibu yg sedang khusyuk tilawah dan bayi yg masih mungil (kutaksir berusia 3 bulanan) lengkap dengan segala peralatan bayi disekitarnya. #akucemburu bahkan ketika melihat bayi tenang.. seolah menyimak bacaan ibunya..
Di bagian depan selalu dipenuhi barisan ibu2 sepuh..ada yg berkelompok ada yg sendiri. Lengkap dengan tas berisi pakaian dan peralatan makan.. bahu yg ringkih. Mata yg tak lagi awas. #akucemburu ketika mereka tak lelah berdiri khuyuk sholat tarawih 23 rakaat di malam hari ditambah sholat sunnah tahajud. Tasbih. tobat hajat. witir hingga 19 rakaat Pada sepertiga malam. "Sdh 3 malam menginap disini" ujarnya ketika Kusapa santun.. baru kusadari seorang nenek tua yg tak lagi kutemui tahun ini. Dimana dia?
#akucemburu pada gadis muda "tanpa jilbab" yg fasih bercerita dan bersemangat akan amalan sunnah. Sepertinya "hidayah untuk berhijab utuh" hanya soal waktu. Semoga..
Betapa bergetarnya hati ini ketika ratusan orang bertakbir dan berkhidmat bersujud dalam kegelapan malam. Tunduk.. Merapal doa2 yg sama untuk keberkahan bangsa indonesia.. untuk palestina dalam syahdu doa sang imam.
Malam ini dalam kegelapan syahdu
Disini ditempat yg sama selalu kupanjatkan doa yg sama
Semoga allah memberiku kesempatan untuk itikaf di masjidil haram. Aamiinn..
‪#‎noted‬.
Jika masyarakat awwam bersemangat itikaf berburu berkah ramadhan. Semoga demikian halnya saudara2ku yg disematkan sebagai "kader dakwah" didadanya..

Candra Budiarti

Rabu, 02 Juli 2014

:)

Ulang Tahun [part-1]
===================
Seandainya kamu dihadapkan pada dua pilihan, siapa yang lebih kamu pilih untuk menggenapi kehidupan kamu? Seseorang yang kamu cintai tapi dia tidak mencintai kamu, atau seseorang yang mencintai kamu tapi tidak kamu cintai?
***
Itu pertanyaan Mama sebelum Tuhan mempertemukan aku dengan kamu. Pertanyaan di masa sulit ketika aku bingung dan gelisah perihal jodoh yang tak kunjung tiba, padahal sudah dua kali aku gagal berproses dengan laki-laki yang aku harapkan bisa menggenapiku. Pertanyaan yang baru aku mengerti maksud dan jawabannya setelah hidup menggenap bersama kamu. Siapapun ingin menggenap bersama orang yang dicintainya, pikirku waktu itu. Jadi aku menjawab pilihan yang pertama; menggenap bersama seseorang yang aku cintai walaupun orang tersebut tidak mencintai aku. Dan Mama hanya tersenyum mendengar jawabanku.
“Kamu tahu, kebanyakan orang mengharapkan sosok yang ideal untuk menggenapi hidupnya. Sosok ideal yang biasanya menjelma menjadi seseorang yang dicintai atau seseorang yang diharapkan. Sayangnya, kita tidak hidup dalam dunia harapan. Kita hidup dalam dunia yang bernama realitas. Dan tidak semua harapan bisa hidup dalam realitas. Jadi jika semua perempuan berharap seorang laki-laki yang dicintainya akan menggenapinya, realitasnya tidak semua laki-laki yang diharpakan oleh perempuan, menikahi perempuan yang mengharapkannya. Nah, pertanyaan mama tadi adalah salah satu contoh kondisi yang tidak ideal, tapi ada banyak orang yang harus menghadapi realitas seperti itu.”

“Idealnya, sepasang laki-laki dan perempuan yang akan saling menggenapi memang sudah siap untuk saling mencintai sepanjang usia mereka. Tapi realitasnya, tidak semuanya seperti itu. Ada yang ngakunya saling mencintai sejak lama, tapi karena terlalu lama menjalin cinta sebelum menggenap, cintanya habis di tengah perjalanan, tidak sampai pada pelaminan. Ada yang sampai pelaminan, tapi tidak sampai sepanjang usia. Berpisah di tengah jalan. Mama hanya ingin bilang, kalau setiap orang akan mengalami kondisi tidak ideal dalam hidupnya, Sayang. Hanya bentuknya saja yang berbeda-beda. Kamu, tak terkecuali. Jadi tak perlu berlarut-larut dalam kesedihan. Toh hidup bukan permasalahan ideal atau tidak, tapi tentang bagaimana kita menjalaninya.” Mama mencoba menghibur aku

“Kalau misalkan Mama yang berada pada kondisi seperti pertanyaan Mama tadi, mana yang akan Mama pilih?” aku balik bertanya penasaran.
“Menggenap bersama seseorang yang mencintai mama, walaupun mama tidak mencintainya.” Mama menjawab dengan tenang dan yakin, aku semakin penasaran dengan alasan Mama.
“Kenapa begitu, Ma?”
“Karena berusaha untuk mencintai orang lain, selalu lebih mudah daripada membuat orang lain mencintai kita, Sayang. Cinta itu adanya di hati. Hati yang merasakannya. Dan kita hanya bisa mengendalikan dan mengkondisikan hatinya kita, bukan hatinya orang lain. Seberapa besarpun usaha kita untuk membuat orang lain mencintai kita, pada akhirnya yang memutuskan apakah dia mencintai kita atau bukan ya dia, bukan kita. Hatinya yang merasakan, bukan hatinya kita. Sama halnya, jika ada seseorang yang melukai hati kita, membuat kita kecewa atau sederet perasaan menyakitkan lainnya, pada akhirnya, kita sendiri yang harus menyembuhkan luka itu. Tak perlu menunggu ucapan maaf, atau mengharapkan orang lain yang menyembuhkannya. Karena sekali lagi, yang bisa kita kendalikan adalah hati punya kita sendiri. Bukan hatinya orang lain.”

“Lagipula, cinta hanyalah salah satu bentuk perasaan yang ada di dunia ini. Bukan satu-satunya. Bahkan bisa jadi, ada perasaan lain yang jauh lebih penting daripada cinta, ada rasa lain yang lebih dibutuhkan sepasang manusia yang saling menggenapi. Rasa percaya misalkan, sepasang manusia bisa saja bertahan hidup bersama tanpa rasa cinta. Tapi tanpa rasa percaya? Ah, kamu cari tahu saja penyebab kenapa sepasang manusia yang sudah menggenap sekian lama memilih untuk bercerai. Alasan yang paling banyak bukan karena sudah tidak cinta, tapi sudah tidak lagi percaya.”
“Jadi, tak perlulah banyak-banyak memikirkan cinta. Penting, tapi masih banyak yang lebih penting. Membuat bahagia, tapi masih banyak yang lebih membahagiakan. Tenang saja, kita hanya harus berusaha untuk menggapai apa yang kita harapkan. Biarkan Allah yang Maha Baik yang memutuskan, kalaulah itu baik bagi kita, Allah akan mempertemukan kita dengan siapa yang kita harapkan. Kalaulah Allah tidak mempertemukan, berarti Allah akan menggantinya dengan seseorang yang lebih baik.”

***
Aku masih ingat senyum mama mengakhiri pembicaraan kami waktu itu, dan betapa benar adanya apa yang Mama katakan itu. Cinta bukanlah satu-satunya rasa penghuni hati. Seperti yang sedang aku rasakan sekarang, terhadap kamu. Entahlah, apakah kita boleh membenci seseorang yang kita cintai? Nyatanya, aku sedang membenci kamu, yang melupakan begitu saja hari ulang tahunku.
.... bersambung ke part-2
___ Genap, Nazrul Anwar

Senin, 30 Juni 2014

Movie make you think !


''Kita adalah saksi sejarah betapa fenomena Pilpres telah memperlihatkan sifat kita yang sebenarnya''.(copas)

Sama seperti membaca film. Kita hanya mengambil makna pada penggalan yang menyentuh sisi sejarah kita, sisi emosional kita, sisi yang hanya menarik buat kita.
sisi yang hanya mau kita dengar.

Film Beta Maluku, keseluruhannya bercerita tentang bagaimana menumbuhkan kebersamaan berbangsa seperti Film Soegija 100% Indonesia.
Bukan bercerita tentang amarah Salembe (nama orang) pada Aparat Keamanan. 


Minggu, 29 Juni 2014

Tips

Cici Nur Rejeki Tips u memiliki anak yg Cinta Al Qur'an : oleh. Ustdzh. Nizmeh Hosain Musa-Palestina
 
1. Memiliki pasangan yg sholeh
2. Fokus, niatkan u anak2 nanti menjadi penghafal Al Qur'an

3. Sejak hamil, biasakan mendengarkan dan membaca Al Qur'an
4. Saat menyusui, daripada diam maka bacalah Al Qur'an
5. Ketika anak mulai belajar bicara, maka ajaklah ia membaca Al Qur'an
6. Jgan bandingkan anak kita dg orang lain.
7. Saat dia bermain jangan suruh anak menghafal tapi suruh dia bermain dan sambil memperdengarkan Al Qur'an.
8. Biasakan anak mendengar kisah2/cerita Al Qur'an.
9. Ketika anak selesai menghafal satu bacaan Al Qur'an, maka buatkan pesta undang temannya sebagai penghargaan.
10. Berikan hadiah Mushaf terbaik
11. Ikutkan anak kita dlm halaqoh
12. Buat cerdas cermat / permainan ttg isi Al Quran
14. Doakan secara tulus agar anak kita senantiasa cinta dg Al Qur'an
15. Orang tua harus jadi teladan u anakx dalam mencintai Al Qur'an

Rabu, 25 Juni 2014

Menguasai Diri



Saya belum sampai pada buku – buku psikologi yang menjelaskan secara gamlang hubungan antara Usia dan perilaku seseorang. Tulisan ini hanya  berdasarkan pengamatan pribadi. Betapa susahnya manusia menguasai dirinya, Yang saya lihat usia sebenarnya tidak selalu berbanding lurus dengan etika seseorang. Sampai manusia itu menjadi orang tua. Menjadi orang tua  yang baik tidak hanya dengan pengalaman dan sekolah yang tinggi, tetapi kemauan selalu memperbaiki  diri sendiri. 

Banyak Film – film yang bercerita tentang hubungan orang tua dan anak. Salah satunya saya belajar dari Film ‘’ I am Not Stupit too dan Beautiful Rain’’.  Bahwa, jika Kondisi lingkungan sangat berpengaruh pada perilaku anak. Anak  –anak yang lahir di lingkungan aman sejahtera akan berbeda dengan anak – anak di lingkungan perang. Namun  Apapun kondisi lingkungannya  kaya, miskin, aman atau rusuh. Kasih sayang orang tua akan menjadi amunisi untuk menyeimbangkan perilaku tumbuh kembangnya. Cinta orang tua adalah obat mujarab bagi tumbuh kembang anak, kehangatan orang tua adalah fondasi bagi anak – anak agar mereka bisa tangguh hidup dalam kondisi apapun.  Definisi kasih sayang, cinta, dan kehangantan orangtua pada anak bukan mengikuti semua keinginan anak tapi mengarahkan meraka menjadi  anak – anak yang  kuat secara spiritual, menghormati orang lain bertanggungjawab dan penuh keberanian. 

Betapa Usia 1- 5 tahun adalah usia awal menapaki perjalanan kehidupan seorang  anak  kelak. Apa yang harus saya lakukan ?
1.      Ajari anak kebaranian
2.      Kejujuran
3.      Sopan santun
4.      Kerapian
5.      Tanggungjawab
6.      Pengetahuan tentang uang.

Jika Usia 1 – 5 tahun  = Usia yang masih kosong, di sinilah orang tua  bangun kebiasaan baik pada anak.
5 – 10 = anak – anak mulai mengerti dengan lingkungannya. Sebagai orang tua memastikan kebiasaan baik anak terus dilakukan.

10 -15 = usia seperti ini anak sudah mulai bertanya sebab akibat. Sebagai orang tua, biasakan mereka dengan pertanyaan – pertanyaan untuk melakukan sesuatu. Agar menumbuhkan nilai kesadarnnya terhadap sesuatu.
 
Maka Usia 15 – 22 = adalah usia yang didominasi oleh emosi, emosinya sedang mencari titik keseimbangan.   Jika  usia sebelumyan sudah kuat  nilai – nilainya.  Mereka akan memiliki perilaku yang tidak mudah terpengaruh, terbawa mood dan egois.

22 tahun hingga seterunya tinggal menikmati hentakan – hentakan kehidupan. Sudah menjadi pribadi yang matang.
(ini catatan yang saya bold, saya copipaste dari fbnya teman tapi lupa linknya, kalau ada yang merasa ini tulisannya maafkan saya yah, ) Ketika kita berada di tengah-tengah orang yang sudah mantap (cerdas dan bagus kepribadiannya); bergaul-lah, dan perhatikan mereka,
cerdas-cerdas sekali bukan?!
Tidak ada lagi underestimate, suka menyindir yg menyakiti, memfitnah,
semua bahasa yang dipakai enak, seru, santai saja dengan gaya ramahnya, tidak marah2, dan asik-asik aja Belajar dari mereka!
Namun, ketika kita di tengah-tengah orang2 yg tidak seperti itu,
bergaul juga, tapi lebih banyak memperhatikan dan mendengar,
bahkan kita akan lebih banyak belajar; untuk mengerti, sabar, dan memaafkan.
Subhanallah, semua akan terasa lebih indah dan berarti apabila dihayati.

 (Ini catatan lama, saya lupa siapa yang menulisnya.)
Jika seorang anak hidup dengan olokan, dia akan menjadi pemalu (underestimate)
Jika seorang naka hidup dengan dorongan, dia akan menjadi percaya diri.
Jika seorang anak hidup dengan keadilan, dia akan bijak menjalankan keadilan.
Jika seorang anak hidup dengan penerimaan, ia akan belajar mencintai dunia.

Kuncinya : sebelum saya menjadi orang tua. Saya harus punya Cinta, Ilmu dan Iman.
Dengan Cinta kehidupan akan menjadi indah,
Dengan Ilmu kehidupan menjadi mudah
Dengan iman hidup akan terarah.






Selasa, 24 Juni 2014

Menulis Sejarah Versi Kita

Tentang merekam kenangan, menulis cerita yang telah lewat,  kalau ini namanya sejarah. Maka cerita ini versi kita.

‘’Laki –laki jangkung dengan suara  bariton  itu dikenal  pujangga roman, memulai asumsi dengan penekanan pada - ini pendapat pribadiku-.  Berkali – kali menunjuk dadanya, agar salah ucap menjadi tanggungannya.  Apa kegagalan kita selama kepengurusan ini? Dia mulai mengurai kegundahan hatinya, Senioritas adalah keteladanan yang tercakup dalam kepemimpinan  dan etika.  Kami akui kami salah. Tapi sampai disitulah tingkat pemahaman kami. Kami belajar dari apa yang kami lihat, kami lakukan  dari apa yang kami dicontohkan.  Saya fikir, pendahulu –pendahulu HIMAHI harus lebih bijak  menilai. Harapan besar kita ke depan adalah sukses organisasi adalah sukses akademik bukan memilih antara keduanya.  Dia masih terus bicara, ada kegamangan sekaligus  keyakinan yang terlihat dari sorot matanya,  Yang saya tangkap dia bicara dengan kesadaran penuh.  Bahwa dengan kesadaran, apapun akan tergerakan tanpa  paksaan.’’

Jumat (20/6) malam, dibawah  spanduk bertuliskan ‘’Meningkatkan Integritas Dan Solidaritas Untuk Menciptakan Inovasi Baru’’ dan beralaskan karpet merah  mereka melantai. Semua hujatan mereka terima, semua  prasangka mereka luruskan,  semua amarah membara mereka coba meronakan.

Hari itu, Pernah ada Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional yang di pimpin Oleh Ilhammuddin, Lovita Latifah Monoarfa, Andi Fauziah, Estu Setyandari, Amir, Simon, Jefri, Aprilia, Musdalifah Mustafa, Sarifah Hana Ahmad,  Sweeta, Ani. 

Terimakasih  pada Pengurus Himpunan Demisioner  Segala hal materi dan non materil semoga menjadi saksi –sejarah bahwa kalian pernah ada, mengambil tempat  dan menulis  penggalan cerita dalam Prasasti HIMAHI. 

Terimakasih pada Panitia yang telah mensukseskan MUBES HIMAHI UNIFA IV.

Dan MENGUCAPKAN SELAMAT DAN SUKSES
 atas terpilihnya Saudara ILHAMUDDIN  sebagai  Presiden HIMAHI UNIFA  periode 2014/2015.

Salam Mahasiswa.


Senin, 23 Juni 2014

Menuju 9 Juli


Sebagai bahan evaluasi nanti, wawasan kebangsaan. :)

 

Menuju 9 Juli

23 Juni 2014 pukul 16:33
Kafil Yamin

SEBELUM 9 Juli nanti, para calon memilih masih punya waktu untuk menimbang-nimbang calon presiden mana yang lebih baik buat Indonesia hari ini dan ke depan.

Bagi pemilih rasional dan pemilih yang belum memutuskan, masih bisa berubah pilihan, termasuk saya, kalau anda bisa meyakinkan bahwa visi Prabowo lebih baik dari Jokowi atau sebaliknya.

Sedangkan untuk pemilih emosional, yang berprinsip “Pokoknya no satu; pokonya no dua”. Tulisan ini tak banyak gunanya.

Pemilihan rasional tidak bisa dibombardir dengan janji-janji: Kami akan membebaskan biaya sekolah, kami akan menyediakan lapangan kerja bagi sekian juta rakyat, kami akan menaikkan gaji buruh, kami akan menurunkan harga pangan, dan semacamnya.

Pemilih rasional akan bertanya: bagaimana caranya, umpamanya, membebaskan biaya sekolah itu?

Nah, kita perlu bersama-sama menelaah apakah program masing-masing calon cukup realistis, bernilai strategis atau sekedar keinginan.
Kita pilih program ekonomi, sebab bidang ini paling penting dan sangat menentukan. Program-progam lain tidak akan terwujud bila program ekonomi tidak berjalan.
Kita mulai dari Jokowi-JK. Inti program ekonomi pasangan adalah:

Ekonomi Berdikari
  1. Mencapai pertumbuhan ekonomi 7persen.
  2. Pembangunan Koperasi dan  UMKM
  3. Membangun industri Maritim,
  4. Membangun pasar-pasar tradisional dan pertanian
  5. Membangun jalan baru sepanjang 2000 km di Sumatra dan luar Jawa.
  6. Kartu Sehat untuk seluruh rakyat Indonesia.
  7. Kartu Pintar untuk seluruh usia sekolah.
Untuk mewujudkan ini, strategi Jokowi-JK adalah:
  1. Meningkatkan investasi pengusaha nasional dan daerah; memudahkan perizinan usaha;
  2. Membangun pendidikan, yang akan menghasilkan manusia-manusia produktif. Produktifitas yang meningkat akan meningkat daya saing ekonomi.
  3. Penghematan APBN lewat E-budgeting, E-auditing, E-purchasing.

Sedangkan inti program ekonomi Prabowo-Hatta adalah:

Ekonomi Kerakyatan
  1. Alokasi  minimal satu milyar rupiah untuk setiap desa dan kelurahan
  2. Menaikkan penghasilan rata rata rakyat Indonesia dari Rp3 juta per bulan menjadi Rp6 juta per bulan, di ujung masa pemerintahan 5 tahun.
  3. Menambah lahan sawah dua juta hektare
  4. Menyiapkan dua lahan juta hektar untuk bio-ethanol
  5. Membangun 3 ribu kilometer jalan, 4 ribu km jalan kereta api, delapan pelabuhan
  6. Mendirikan bank tani dan nelayan, bank koperasi dan lembaga tabungan haji
Prabowo-Hatta merancang strategi:
  1. Ekonomi jalan tengah berdasarkan pasal 33 UUD 45, yakni penguasaan sumber-sumber daya alam.
  2. Perlindungan terhadap golongan rakyat yang tertinggal
  3. Membuka investasi asing yang tidak memaktikan ekonomi rakyat
  4. Pengalihan dana secara besar-besaranf dari kota ke desa-desa, antara lain melalui dana bergulir.
Mari kita beri apresiasi kepada keduanya. Program ekonomi keduanya bagus.

Bagi kita, rakyat yang ingan pintar dan memilih secara rasional, pertanyaannya adalah: Apakah program kedua calon itu bisa dilaksanakan?  Tentu, kedua calon akan menjawab bisa. Tapi kita tak ingin pengyakinan, kita ingin melihat alasan yang masuk akal.

Pertanyaan bagi program ekonomi Jokowi-JK adalah, darimana duit untuk membiayai program-program itu? Jokowi dalam presentasinya sama sekali tidak menjelaskan darimana dananya .  Kartu sehat yang dibawa rakyat untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit itu kan harus ada nilai duitnya; harus ada yang bayar.

Pemerintah yang membayar. Tapi duitnya dari mana?

Karena Tuan Jokowi tak menjelaskan, kita beasumsi yang paling realistis saja: dari APBN.

Dengan demikian APBN perlu beban tambahan, karena APBN sekarang saja tekor (defisit) Rp209,5 triliun atau 2,24 persen, alias lebih besar belanja daripada pendapatan. Meningkatkan besaran APBN yang tekor itu pasti perlu dana sangat besar. Darimana? Pendapatan negara sudah jelas kurang.

Penghematan lewat e-budgeting, e-auditing dan e-purchasing tidak akan mengubah angka besaran APBN, yang tahun 2013 tercatat Rp1.683 trilyun (data Kemenkeu).

Langkah paling mungkin dan realistis untuk meningkatan pendapatan negara yang adalah dengan menaikkan pajak dan menambah jumlah wajib pajak.
Langkah ini pasti akan membebani rakyat. Makan di resto kelas menengah yang tadinya hanya dikenai Pajak Pembanguan Daerah (PBD) 10persen, akan naik jadi 15persen atau 20persen. Demikian pula sejumlah transaksi barang dan jasa, pajaknya akan lebih tinggi. Juga PPN dan pajak harta kekayaan.  Kalau saya dapat proyek bernilai Rp10 juta, bayaran saya akan dipotong sekitar Rp2 juta.

Maka, semakin tinggi dan ‘wah’ program ekonomi Jokowi-JK, semakin berat beban rakyat nantinya. Mereka tak punya sumber ekonomi di luar APBN. Maka lagi, program-progam mereka menjadi tidak realistis. Tidak bisa dilaksanakan.  Sekedar contoh kecil, Mas Joko menyatakan akan membeli kembali Indosat yang dijual tantenya Megawati dengan harga obral.

Harga saham Indosat sekarang sudah sangat tinggi. Hanya selang satu tahun setelah dilepas, harga saham Indosat naik 25persen [2005] – entah sekarang. Kalaupun Tuan Joko bisa mendapat uang untuk itu, belum tentu si pemilik Indosat sekarang mau menjualnya.

Kartu sehat dan kartu pintar masih bisa dibuat, tapi tak bisa dipakai berobat dan bayar iuran sekolah.

***
Sekarang, pertanyaan yang sama kita ajukan untuk program ekonomi kerakyatan Prabowo. Program-programnya cukup ambisius dan membutuhkan biaya besar. Dari mana duitnya?

Jawabannya: Dari kebocoran kekayaan negara sebesar 1000 trilyun per tahun. Dengan mengutip data KPK, ini angka sangat moderat. Sebab, kata Prabowo, nilai kebocoran menurut KPK adalah 7.200 trilyun rupiah.

Ada sekitar 70 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, kalikan 1 milyar. Hasilnya: Rp70 trilyun. Bandingkan dengan tingkat kebocoran kekayaan nasional yang akan diselamatkan: Rp1000 trilyun. Sisanya cukup untuk membiayai program-program yang disebutkan pasangan Prabowo-Hatta.

Orang sering mengacaukan kalimat ‘kebocoran kekayaan nasional’ dengan ‘kebocoran APBN. Sama sekali berbeda. Kebocoran nasional adalah mengalirnya kekayaan alam, laut, udara Indonesia keluar negeri karena sifat rendah diri, pencundang, dan malas.

Lihat: Para penambang gas asing mengisap gas-gas alam Indonesia. PLN, Pertamina, PGN lantas membeli gas-gas itu dari para penambang asing dengan harga sama dengan pembali asing. Ini praktik bisnis macam apa? Saya tak bisa menemukan kata lain selain bodoh dan rendah diri.

Mungkin saya masih bisa memaklumi karena kita tak punya kemampuan menambang gas sendiri, menyuling minyak fosil sendiri, menggali emas timah dan tembaga sendiri, tapi saya tak bisa memahami bagaimana air minum pun dikelola asing!

Indonesia punya sumber air mineral yang berlimpah, mata-mata air murni di Sukabumi yang segar dan sehat, Aqua Danone mengambilnya dan menjualnya kepada rakyat Indonesia – pemilik sumber-sumber air tersebut!  Bayangkan orang Sukabumi harus membeli minuman kemasan produksi asing.

Ini sama saja orang memetik buah-buahan di kebun kita, lalu kita mengeluarkan uang untuk membeli buah-buahan itu. Jangan salahkan orang yang memetik itu, tapi lihat betapa bodohnya kita!

Itulah yang dimaksud kebocoran kekayaan nasional yang ribuan trilyun pertahun itu. Prabowo-Hatta akan menutupnya dan mengalihkannya untuk membiaya program-program ekonomi mereka.

Atas dasar ini, saya memilih Prabowo-Hatta -- masih bisa berubah pilihan bila anda bisa menjelaskan secara rasional, bahwa bahwa pasangan Jokowi-JK lebih baik.