Jumat, 28 Februari 2014

#Rima menunda Kesenangan demi Keberhasilan

"Ubah hidup Anda hari ini. Jangan bertaruh pada masa depan, lakukan sekarang, jangan tunda lagi" 
- Simone de Beauvoir

Dear Rima,
Seseorang akan sulit berhasil jika ia suka menunda-nunda pekerjaan. Tapi saya yakin Anda bukanlah orang yang demikian. Laksamana Laut Amerika, Willian Halsey mengatakan, "Segala masalah akan menjadi lebih kecil jika Anda tidak menghindarinya, tetapi menghadapinya."  

Penundaan merupakan pupuk yang menghambat pertumbuhan. Jika Anda terlalu lama membuat keputusan untuk sebuah peluang yang tiba-tiba datang, peluang itu akan hilang. Lihatlah hasil akhir dari sebuah
pekerjaan, agar Anda terpacu untuk tidak menundanya. Jangan habiskan waktu Anda mengerjakan tugas-tugas yang tidak penting atau tidak perlu. Jika tidak penting, jangan sekedar menundanya, hapuskan saja tugas itu.
John C. Maxwell menyarankan Anda untuk memilah lagi pekerjaan yang perlu diprioritaskan. Telaahlah apakah tugas tersebut memberi manfaat finansial? Apakah hal itu akan membuka jalan untuk sesuatu hal lain yang lebih baik?  Apakah hal itu bisa memberikan Anda pengembangan atau pencapaian yang lebih besar? Atau apakah penyelesaian tugas itu bisa melegakan Anda secara emosional? Jika Anda mendapatkan semua alasan positifnya, Anda telah berada dijalur yang benar. 

Mulailah bergerak maju dan bertindaklah secara cepat dan efektif.

-Ahira 

Kamis, 27 Februari 2014

#Makanan

Kadang - kadang kalau punya banyak makanan saya seperti merasa bersalah. Seperti hari ini. Cis baru kembali setelah seminggu dikampungnya. Cis bawa banyak sekali makanan ikan masak sepanci, abon setoples besar, dodol durian. Saya bingung mau makan yang mana. sorenya cis juga belikan saya puding Bakkeri yang ada saos dan buahnya diatas, bakso tusuk. Oh my God, malamnya yaya sahabatku yang punya kamar dilantai bawah datang membawa piza hut ukuran besar pula. oh iya saya juga dibawakan biskuit sama cis. 

Makanan seberapapun enaknya kalau makan sendiri rasanya kurang nikmat. Enaknya berbagi. sama seperti dua saudaraku ini cis dan yaya. 

#Hope

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka,” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Rabu, 26 Februari 2014

#Refleksi

Rabu Pagi, 26  Feb '14
Minum kopi pagi buat saya adalah cara mempertahankan mood jadi memanaskan air di ricecooker adalah aktifitas awal saat mata terbuka dan melihat jam dinding. Lalu saat kopi sudah diseduh mulai pengembaraan yang lain. Pagi ini, Mengirim pesan pada chika untuk janji bertemu di kampus pukul Sepuluh, membuka evo dan berselancar di dunia maya sebentar saja hanya melihat berita dan mengucapkan selamat hari lahir yang terpampang di sudut kiri laman FB. oh iya, Hari ini Dosen Favorit saya ulang tahun:). Barakallahu fii umurik ya Kak Asri.

Saya sudah di kampus sebelum jam sepeluh. Lima bulan belakangan ini saat masuk  gerbang kampus pandangan saya seperti air sungai mencari hilir,  mencari sesuatu disisi tertentu  akan sumringah jika ada dan cemberut semenit jika tidak ada, dan pagi ini tidak ada. Ada Asbar dan Irfan yuniorku mereka duduk dipelataran saya melempar senyum  saja ke mereka  karena langsung menuju tempat focopi mengambil copian yang saya titip kemarin. Setelah itu bergabung dengan mereka. saya dan Asbar yang berbagi cerita banyak hal  mulai dari bahan skripsinya yang mau fokus pada konflik, cerita tentang skripsiku, dunia sofi dan cerita sepotong peradaban islam.  Irfan diam saja mungkin mungkin karena dia yang paling yunior dari kami. Pelataran kampus memang biasanya digunakan mahasiswa seperti halte. Duduk sebentar,  jika apa yang dia tunggu tiba maka diapun berlalu. Irfan pergi saat Naldi datang dan sayapun pergi saat chika datang. Asbar entah siapa yang dia tunggu.

Chika minta ditemani ke Bank yang lain setelah kami menyelesaikan pembayaran semester ini di bank yang kerjasama dengan kampus. Di sepanjang jalan naik bentor saya paling banyak bercerita. Chika jadi pendengar saja sedikit menimpali dan tertawa selebihnya saya yang bicara. Kami sama-sama introvert menurutku, buktinya kalau saya diam, chika juga diam saja. Kalau kita berdua diam saja maka perjalanan ini adalah perjalanan seorang diri bukan jalan sama -sama. Ini memang pertama kali chika ditemani olehku ke Bank ini biasanya kalau bukan Vini, Ikki atau Ilham. Begitu kata Chika saat turun dari bentor. Intinya hari ini Chika mentraktir diriku makan kwetiau di Restoran saya pikir kita akan makan kue bakpau yang besar ternyata mie. Untuk masalah kuliner saya tidak terlalu mengambil ruang untuk mengetahuinya karena semua makanan rasanya sama di lidahku. Tapi paling tidak hari ini bertambah lagi referensi menu makananku. Hanya jadi referensi.

Rabu Siang, 26 Feb '14
saya tidak tau itu senyum atau apa tapi yang jelas masih teringat sampe menulis ini. Tapi tidak berani lebih.
memegang buku Adora yang baru dibeli saya tidak sabar membacanya. Memutuskan membeli buku Adora dengan usia 11 tahun sudah menjadi dosen sebenarnya bukan pada Adoranya, bukan hanya karena saya terkagum - kagum dengan kehebatannya  tapi saya seperti sedang melihat  mimpiku tentang rumah masa depan tervisualisasikan dengan jelas  dalam buku 36 ribu itu. Ya Allah, sesungguhnya engkaulah yang menggerakkan semua ini saat saya menemukan buku ini dideretan kedua rak buku gramedia.
intinya dua kejadian ini saja seperti  kilat. Cepat tapi dalam.

Rabu sore, 26 Februari  '14
Saya berdiri tidak terlalu lama didepan gedung UNM saat turun dari angkutan kota 07 lalu memperhatikan banyaknya kendaraan yang lewat seperti saling mengejar dari arah kiri  begitu cepat, sambil melambaikan tangan pelan -pelan dan mulai menyebrangi jalanan. Angin sore dan laju kendaraan itu membuat jilbabku terbang - terbang namun tidak dengan  nafasku yang sengaja kutahan beberapa detik hanya untuk memastikan saya akan baik - baik saja sampai kesebrang jalan. Biasanya saya jalan kaki saja sampai ke rumah guruku di jalan landak. Tapi sore  ini kendaran banyak sekali berlalu - lalang belakangan saya tau dari guruku ternyata ada kebakaran di sekitar sini. Saya tidak bertanya lebih lanjut sebab musababnya.

Bentor yang kududuki tadi melewati jalan yang agak rusak menurutku rusaknya akibat musim hujan desember sampai januari lalu. Saya sedikit lompat - lompat dalam keadaan duduk, tapi intinya saya melihat seorang anak yang gerobak hasil memulungnya nyaris masuk got, melihat anak kecil mengisap coki-cokinya dengan minat, melihat bapak penjual stiker yang juga tersenyum padaku, saat pulang kembali ke kos sopir pete-pete bak Valentino Rosi saya ikut membuang badan ke kanan dan  kiri mengikuti arah gerak pete -pete yang melaju dengan kencang sambil membunyikan klakson kami seperti mengejar sesuatu karena takut kehabisan waktu,  melihat diriku yang begitu beruntung hari ini sampai di kos memanjakan diri dengan segelas capucino dan ayam lalapan dari Yaya sahabatku.
Nikmat mana lagi yang aku dustakan !

Subhanallah semua kejadian hari ini terangkum sempurna dalam  Agenda Tarbiyah hari ini. Hadist Arbain ke 18 tugasku  dirumah guru di jalan landak. Yaitu tentang Takwa dan Akhlaq Mulia, Bedah buka yang dibawakan Ka fitri tentang Charachter building dan Siroh Sahabiyah yang dibawakan Ka uni tentang Ummu Aiman ra. kasih sayang.

Hidup memang tidak sesederhana semua petuah bijaksana. Tapi saya harus selalu meyakinkan diri bahwa konflik itu menyenangkan  selalu mendewasakan dan semua sudah ada penjelasannya.

_Makassar

Selasa, 25 Februari 2014

#Ikki Ulang Tahun

Saya, Chika,Vini, Ilham, Cis, Dian dan Ikki. Di Tahun keempat ini kami masih menjadi teman. semoga selalu seperti itu. Semoga setelah Wisudah nanti bukan menjadi awal Farewel kami. Selasa, 25 feb Ikki ulang tahun moment ulang tahunnya selalu bertepatan dengan hari libur kuliah jadinya teman - teman kelas pada pulang kampung. Hari itu saya , Chika dan Runi pacar ikki di traktir ikki di Pizza Hut mall panakukang (MP). Ikki dan Runi duluan berangkatnya saya dan Chika menyusul karena kami sedang menyiapkan kue tar kecil untuk Ikki. Kue tar Spongbob kami beli di Depan PiZza harganya Rp 15.000 karena kurang seru, kami mencari lilin kecil juga tapi karena tidak ada korek lilinnya tidak dibakar hanya menjadi hiasan saja. bagusnya memang seperti itu. tidak ada tiup- tiup lilin.hehe

Barakallahu Fii Umurik ya Ikki. Sehat bahagia dan Selalu Zmangat. Sebentar lagi sarjanah Loh, heheh

Ikki dan Runi sudah duduk di bagian dalam pojok kanan PizzaHut, saat kami datang chika membuka kuenya dan berikan pada Ikki. Kata Ikki ''Trimakassih yah... ,kami hanya berempat.lham sakit, Vini dan Cis di kampungnya masing - masing dan dian masih di luar negeri.

Moment seperi ini adalah moment lebih menggakrabkan diri, saya memang jarang sekali ikut gabung kalau mereka mau jalan - jalan. Tapi hari ini, walaupun  sudah punya janji diluar saya putuskan untuk disini. karena saya pikir setelah ini masih adakah waktu seperti ini?.
Setelah makan kami menuju naf  dilantai 3 MP untuk karaoke. Runi itu pacar baru ikki kamipun baru saja berkenalan tapi koq kami seperti sudah lama berteman. orangnya anggun dan kalem oh iya, bukan hanya wajah tapi kepribadiannya mirip  sekali dengan Kaka Ida Seniorku. saya jadi rindu kak Ida.
Ditempat karaoke Runi hanya bernyanyi satu lagu dari windi. selebihnya kami bertiga, Ikki  nyanyi lagu ''ada band, nasyid Raihan Peristiwa Subuh dan seingatku setiap karaoke ikki selalu masukkan  lagu Hero didaftar list lagu.  Chika, kayaknya saya harus acungkan jempol saat dia nyanyikan lagu korea yang temponya cepat sekali  dibawakan tanpa kesalahan, lagu jawa yuk keep smile juga, dan beberpa lagu dangdut ceria. kayaknya Chika berbakat sekali nyanyikan lagu dangdut.

sudah Pukul 6 sore waktu kami berangkat tadi pukul 4 sore. Sebentar lagi masuk waktu Magrib. Kami sholat dulu di Musholla MP selanjutnya kami pulang.
Terimakasih Ikki sudah Ditraktir hari ini. :)






Senin, 24 Februari 2014

#Mari Mensurgakan Tulisan :)


Diambil dari Yasashii Kaze
Mari Mensurgakan Tulisan! 

"kalau kita menulis lalu tulisan kita menjadi referensi bagi miliaran umat manusia menuju surga, semoga itulah surga sebelum surga" (Solikhin Abu Izzuddin)

Dulu, Imam Bukhari bersusah payah selama 16 tahun untuk mendapatkan, mengumpulkan, dan menyeleksi sebnyak 400 hadits shahih dari 600.000 hadits. Bahkan beliau berwudhu, mandi, dan shalat sunnah istikharah untuk menetapkannya. Hasilnya? Luar biasa manfaatnya dari generasi ke generasi.

atau Sir Muhammad Iqbal. Bukan hanya karya-karya tulisnya yang penuh nilai ruhani, tetapi juga kehidupan pribadinya yang religius. Beliau suka membaca Al-Qur'an saat subuh di samping ayahanda tercinta. Beliau adalah seorang mujahid dan jitu menyusun syair-syair yang membangkitkan semangat.

*Meskipun saya masih dodol cupu begini, boleh dong saya niru beliau-beliau yang hebat itu. Seenggaknya, melalui para ilmuwan muslim, sastrawan muslim, dan ulama yang berhasil menyusun ribuan tulisan berbobot itu, saya jadi paham bahwa (tetap) tulisan yang baik tak akan pernah bisa lepas dari sebesar apa kekuatan spiritual mengisi hati dan jiwa penulisnya.

Mari Mensurgakan Tulisan.. 

Minggu, 23 Februari 2014

# Rima, Menepis kabut ketakutan

Untuk sukses, keinginan Anda untuk menjadi sukses harus lebih besar daripada ketakutan Anda terhadap
kegagalan" - Bill Cosby

Dear Rima,

Barangkali Anda tidak menyadari bahwa Anda sering merasa takut. Takut kehilangan pekerjaan, takut pernikahan tidak bertahan, takut anak Anda bergaul dengan orang yang salah. Ketakutan dan iman seperti tampak tidak sama, tetapi keduanya mempunyai kesamaan. Keduanya minta kita untuk mempercayai sesuatu yang tidak dapat kita lihat. Iman berkata: percayalah pada hal yang positif. Penyakit itu tidak bersifat permanen. Hanya bersifat sementara. Ketakutan berkata: percayalah pada hal yang negatif. Bisnis sedang merosot, Anda akan jatuh. Jika setiap hari Anda memikirkan ketakutan-ketakutan itu berulang kali, semua itu akan menjadi
kenyataan. Ketakutan ibarat kabut. Ia seperti menutupi keseluruhan jalan, tapi sebenarnya tidak. Ketakutan terasa besar. Ketakutan seperti mengintimidasi. Ia seakan memberitahu Anda: Anda tidak akan pernah sehat,
anak Anda tidak akan pernah berubah, keuangan Anda akan sulit. 

Nah, Rima, takala ketakutan datang, balas dan katakan pada ketakutan itu dengan gagah:

"Kamu kedengaran mengagumkan.  Kamu kelihatan kuat. Tetapi saya mengetahui yang sebenarnya! Tidak ada yang berarti dalam dirimu. Kamu kelihatan permanen, tetapi saya tahu kamu hanya sementara! Segala sesuatu dalam kehidupanku mungkin agak suram, tapi sebentar lagi kehidupanku akan bersinar
Anda barangkali belum melihat hari-hari yang lebih baik di masa depan, tetapi tak perlu  buang energi untuk terus merasa khawatir. Hubungkanlah diri Anda dengan Tuhan, sumber kekuasaan tertinggi, dan gunakan energi itu untuk mempercayai hal-hal positif. 

Salam sayang dari sahabatmu,
Ahira