Jumat, 06 Desember 2013

Menunda Penilaian

Serangkaian aktifitas hidup akan diberi penilaian. Memberi nilai pada semua yang ditangkap mata. Aku yang menilai dan aku yang dinilai. Tapi tidak usah memikirkan semua penilaian – penilaian orang pada kita.  Berbuat sesuatu atau diam saja akan sama - sama dinilai. Nilai diri kita  terletak pada perkataan dan perbuatan, melakukan apa yang kita katakan.

Maka aku memilih berbuat sesuatu dan salah dari pada benar tapi hanya diam tanpa tindakan. Memilih bergaul dengan banyak orang, yang sudah pasti akan menerima dan menolak kehadiranku. Tapi dengan begitu aku sedang belajar untuk memberi nilai pada diri sendiri dan menunda penilaian terhadap orang lain.

Ketika kerjaku tidak dihargai, aku sedang belajar tentang ketulusan
Ketika usahaku dinilai tidak penting, aku sedang belajar tentang keikhlasan
Ketika hatiku terluka sangat dalam, aku sedang belajar tentang memaafkan
Ketika aku harus lelah dan kecewa, aku sedang belajar tentang kesungguhan
Ketika aku merasa sepi dan sendiri, aku sedang belajar tentang ketangguhan.
(kata bijak lama, entah punya siapa)

Rabu, 04 Desember 2013

Agama

Tentu saja segelas capucino panas disepertiga malam apalagi ditemani rinai hujan adalah sepotong waktu yang sangat mengagumkan, Sulit diungkapkan rasanya dan tak ingin cepat berlalu. Sepotong waktu yang sangat tepat untuk memikirkan masa depan.  berfikir tentang studi, tentang karir, tentang Cinta. Terlalu banyak berfikir sampai – sampai sedikit sekali bergerak. Beberapa menit terlewatkan, bahkan kesempatan waktu ini selalu terulang dan  selalu  dapat inspirasi baru   dan  lagi – lagi hanya penuh di otak.


Begitu banyak orang  di dunia ini yang menginspirasi hidupku. Banyak sekali orang – orang baik disekitar hidupku, sampai membuatku malu. Begitu pemurahnya sang pemilik Waktu. Iya Allah lebih tau apa yang kita butuhkan. Beruntung  bagi mereka yang memilih Agama sebagai pengarah hidupnya  seberat apapun masalah hidup jika Tuhan sebagai tempat kembalinya selalu saja ada penyelesaiannya Jsegalanya mudah Karena Allah Mampukan kita. 

Senin, 02 Desember 2013

Oposisi

Istilah oposisi mungkin menjadi hal yang asing sekaligus aneh untuk sebuah kepemimpinan mahasiswa apalagi jika dikaitkan dengan Usia kelembagaan. Namun kematangan individu maupun organisasi, usia tidak menjadi alat ukur yang bijaksana. Dan kalaupun istilah oposisi erat kaitannya dengan politik pemerintahan dan ketika mahasiswa menggunakan istilah oposisi dalam kelembagaannya dirasa hal yang tidak etis. Bukankah mahasiswa yang nantinya akan menjadi director of change adalah mereka yang harus peka dengan dinamika social politik yang ada disekitarnya?, Bukankan kampus melalui lembaga kemahasiswaan adalah  praktek – praktek politik kecil yang kita lakukan ?, Bukankah universitas adalah miniature sebuah negara?,  Bukankah kampus adalah miniature kita bernegara ?. menurut saya yang menjadi kegelisahan mahasiswa dan politik bukan pada prakteknya tapi nilai – nilai idealisme kelembagaan yang ditakutkan hanya berumur kampus.

Periode kepemimpinan tahun ini Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional mengusung calonnya dan kalah. Lalu mengambil inisiatif untuk beroposisi yang artinya punya pandangan berbeda dengan kepemimpinan Eksekutif Mahasiswa yang baru, yang artinya menolak ikut serta  bergabung dalam kepengurusan  kepemimpinan Eksekutif Mahasiswa yang baru.

Pertanyaan dan pernyataan muncul. Kenapa harus oposisi?, Usia BEM masih muda,  butuh pembenahan lebih lanjut  tidak perlulah beroposisi, mari  kita bangun bersama. Dalam hal ini saya pribadi melihatnya bukan salah benar. Tapi sebuah potret aktifitas kelembagaan yang tidak bisa dilihat hanya satu imajinasi, banyak imajinasi yang mungkin saja terjadi. Bukankah dulu diawal pembentukan  BEM UNIFA, BEM sudah memulai aksinya dengan menentang kampusnya sendiri dan usia BEM kala itu baru saja lahir. Sekali lagi usia bukanlah alat ukur yang bijaksana.


Tentunya, Pihak yang memilih oposisi dituntut untuk tetap memberikan kritik yang bersifat konstruktif bukan memperlihatkan sikap arogan, paling benar.  Pihak yang dioposisikan dituntut untuk belajar menerima hal – hal yang tidak sepaham, tidak sejalur  dan tentunya akan menambah khasanah berfikir khususnya analisis strategis.

Jumat, 29 November 2013

Resolusi 1.1 untuk Etnis Rohingya di Myanmar


It was Wednesday afternoon We just had a meeting simulations of ASEAN model Conference at Graha Pena 4 floor. As student of international relations we realized that it was hard to find it. A word about  freedom. everyone should recognize the challenge ahead by looking for the issue of national interest.

Resolusi 1.1 untuk etnis Rohingya di Myanmar.

MC mengundang para ketua delegasi untuk foto session ASEAN WAY. Setelah itu waktu diberikan kepada Chairlady untuk membuka sidang. Perjalanan sidang cukup menguras energy dan fikiran terlepas dari suhu ruangan diatas rata –rata tidak sedikit para delegasi yang meminta izin pada chairlady untuk kebelakang. Simulasi sidang kali ini membahas diplomasi kemanusian Etnis Rohingya di Myanmar.

Beberapa Mossi diangat dibahas diantaranya mossi dari delegasi Myanmar ;; permasalahan Etnis Rohingya jangan dibawa pada ranah Agama. Perdebatan berjalan alot bahkan delegasi Myanmar cukup bersitegang dengan bebarapa masalah teknis yang mereka anggap sebagai sabotase. 

Pemandangan  semangat bisa kita lihat di forum ini. Perwakilan negara dengan berbagai suku, ras dan agama dimobilisir ASEAN sebagai organisasi yang mengakomodir sehingga  terkoneksi satu negara dengan lainnya. Mereka bekerja dengan berhati-hati dalam melakukan pendekatan, lobi dan negosiasi antar  pemerintah mengumpulkan dukungan untuk meloloskan drat resolusinya.

Well, who Knows,,? beberapa tahun akan datang siapa yang sangka dari simulasi forum sidang ini lahir mereka yang menawarkan gagasan terbaik untuk perdamain dunia.

 Berikut Point Resolusi 1.1.

Promotor : Brunei Darusslam, Cambodia,Indonesia dan Malaysia
Signature : Lao PDR, Singapore.
1. Pemberian Kewarganegaraan kepada Warga Rohingya.
2. Merevisi UU Kewarganegaraan 1982 Myanmar.
3. Mengembalikan hak asasi manusia warga Rohingya
4. Penghapusan Sikap Diskriminatif oleh Pemerintah Myanmar terhadap Etnis Rohingya. 


                                                           Master of Ceremony






                         






APPRECIATE TO DELEGATES
The Funny Delegates Mr Amir From Myanmar ketiga dari kanan

                              The Annoying Delegates Mr Simon From Philipinnes sedang
                                         mengangkat jari -jarinya.

                                   The Annoying Delegates Mr Panca From Myanmar

                                 The Calm Down Delegates Mrs Ayi From Brunei Darussalam  

                             The Serious Delegates Mrs Mul From Vietnam Kedua dari kiri 

                         
                                 Mr Fahmi the Best costum from Thailand

                                 The Best Delegates Mr Reza Pahlevi from Malaysia


                                                  Promotor Draft Resolusi 1.1

                              Promotor Draft Resolusi 1.2. terdiri dari Myanmar, Philipinnes,
                                        Thailand and Vietnam.

                                     






Delegasi Malaysia bersama Direktur kerjasama ASEAN 
Bapak Iwan Suyudhi Amri (tengah, batik)

                                                           Photografer Mr Waldi





Operator Mr Jefri yang berkerah merah
 ditemani Diplomat Kemenlu


Delegasi Brunei Darussalam bersama
 Ketua Prodi Hub. Internasional dan Direktur Kerjasama ASEAN

Minggu, 24 November 2013

Press Release


Simulasi ASEAN CONFERENCE 2013
Tema : Humanity Diplomacy in Rohingya.
Oleh : Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Fajar.

Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Fajar akan mengadakan Simulasi sidang ASEAN 2013 di Gedung Graha Pena Lantai empat Makassar, 26 November 2013 dengan tema ‘’Humanity Diplomacy in Rohingya’’. Acara ini akan dimulai dengan kuliah umum oleh Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Departemen Luar Negeri RI, Bapak Iwan Suyudhie Amri  dengan tema ‘’ Kesiapan Indonesia Menghadapi ASEAN Community 2015’’ akan dibuka oleh CEO Fajar Group Bapak HM Alwi Hamu, acara dimulai pukul 10.00 ini akan Hadir Ketua Yayasan pendidikan Fajar ujung Pandang beserta jajarannya, Rektor Universitas Fajar, Dekan FEIS (Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial), Dekan Teknik UNIFA, Ketua – Ketua Prodi UNIFA, Ketua BEM UNIFA, Ketua – Ketua Lembaga UNIFA, Universitas Hasanuddin, Universitas 45, SMU se- Makassar, Maros, Gowa, Takalar. Untuk Simulasi sidang akan dimulai pukul 13.00. Peserta sidang adalah Mahasiswa Hubungan Internasional UNIFA, UNHAS dan 45 membawa nasional Interest mewakili 10 Negara ASEAN. Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philipphines, Singapore, Thailand dan Vietnam.

Acara ini memuat dua tujuan. Pertama, Sebagai Sosialisasi Komunitas ASEAN 2015, Kedua, sebagai wadah pembelajaran Mahasiswa Hubungan Internasional mengadakan pendekatan, lobi dan negosiasi untuk menghasilkan satu resolusi bagi etnis Rohingya di Myanmar.

Kamis, 21 November 2013

But tonight I'm gonna hold you so close….

Pemikiran dan gagasan mereka hadirkan disetiap latihan simulasi sidang ASEAN  confrence, menjadi Diplomat sebelum waktunya belajar menjadi  pengamat, analis dan pengambil keputusan. Mereka masih muda, sangat muda untuk mempelajari dan mengambil tanggung jawab  hubungan antar bangsa yang rumit ini. Tapi bukankah hidup ini adalah kesempatan membuat pilihan? segalanya digulirkan dan digilirkan apapun yang kita pilih ujungnya adalah tanggungjawab, memikul tanggung jawab apapun pasti melelahkan. Tidak ada hidup yang tidak melelahkan yang membedakan hanya bagaimana memahami setiap konsekwensi pilihan dengan sikap terbaik.

Selasa 26 November 2013 mereka akan tampil dengan sikap terbaik, penampilan terbaik di gedung Graha Pena  lantai 4 (empat) membawa nasional Interest mewakili 10 Negara ASEAN. Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Lao PDR, Malaysia, Myanmar, Philipphines, Singapore, Thailand dan Vietnam. Mengadakan pendekatan, lobi dan negosiasi untuk menghasilkan satu resolusi bagi etnis Rohingya di Myanmar.

Ini kesempatan kita membuat pilihan. Bermimpi menjadi ‘’aku Ideal’’merancang semua mimpi indah dan berusaha, kalaupun akhirnya bukan seperti ‘’aku ideal’’ paling tidak kita pernah menciptakan kesempatan itu.

Maroon 5 benar,  malam ini aku ingin memelukmu (cita-cita) erat  membuat kesempurnaan dengan tanganku. Langit cerah, bintang terbakar indah. Semuanya sulit tapi aku takkan berhenti.

Daylight.

Here I am waiting
I'll have to leave soon
Why am I holding on?
We knew this day would come
We knew it all along
How did it come so fast?

This is our last night but it's late
And I'm trying not to sleep
Cause I know, when I wake, I will have to slip away

And when the daylight comes I'll have to go
But tonight I'm gonna hold you so close
Cause in the daylight we'll be on our own
But tonight I need to hold you so close

Here I am staring at your perfection
In my arms, so beautiful
The sky is getting bright, the stars are burning out
Somebody slow it down

This is way too hard, cause I know
When the sun comes up, I will leave
This is my last glance that will soon be memory

And when the daylight comes I'll have to go
But tonight I'm gonna hold you so close
Cause in the daylight we'll be on our own
But tonight I need to hold you so close

I never want it to stop
Because I don't wanna start all over
Start all over
I was afraid of the dark
But now it's all that I want
All that I want, all that I want

And when the daylight comes I'll have to go
But tonight I'm gonna hold you so close
Cause in the daylight we'll be on our own
But tonight I need to hold you so close.





Kamis, 07 November 2013

Detik-Detik Pelantikan

Kamis, Hari mulai memasuki senja dengan rinai hujan dipukul 15.00 lalu berganti deras hingga pukul 17.00 entah berapa menit yang terlewatkan saat hujan itu benar – benar berhenti dan senja benar – benar pergi berganti malam.

Mereka masih berlatih vocal membawa ritme music tetap konstan untuk performent terbaik saat pelantikan pengurus himpunan yang baru. Punsemua pengurus yang akan dilantik punya kerja masing – masing tak ada dari mereka yang bebas kerja, bahkan beberapa senior mempersiapkan kandidat yang diusung mengisi kepemimpinan eksekutif mahasiswa. 
Beberapa hari ini memang membutuhkan stamina yang kuat hingga akhir tahun nanti. Peran ganda dalam agenda yang bertabrak – tabrakan tugas yang menumpuk dan ujian tengah semester sebentar lagi, belum lagi harus berkompromi dengan rasa ngatuk dan capek jika memulai aktifitas dari pagi hingga petang, Tapi Bukan Hiers kalw tidak Aksi Kuat, Ibadah Taat, Prestasi Hebat.